Tulungagung – Terhitung beberapa tahun terakhir pemerintah canangkan program Muspadi. Muspadi adalah wadah untuk menampung aspirasi perempuan, anak, dan disabilitas. Muspadi diadakan di berbagai desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Begitupun yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Pakel, kecamatan Pakel – Tulungagung, dengan mengadakan Musyawarah Perempuan Anak dan Disabilitas (Muspadi), Rabu (14/1/26).

Dalam Muspadi desa Pakel tersebut, nampak dihadiri oleh, Camat Pakel beserta unsur Muspika kecamatan Pakel, Kepala Puskesmas (KaPus) Pakel, Kepala desa beserta seluruh perangkat desa, tim penggerak PKK desa Pakel, BPD, LPM, RT, RW, bidan desa, pengurus Pokja II, pendamping desa, karang taruna, sektor pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen Muspadi yang lain.

Tujuan dari kegiatan ini menurut kepala desa Pakel, Ir. H. Bambang Widodo, adalah untuk mengidentifikasi isu dan masalah wanita, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya serta menampung aspirasi perempuan, anak dan disabilitas yang nantinya akan dibawa ke acara MusrenbangDes.

“Sebagai sarana mewujudkan pembangunan desa Pakel khusunya dan pembangunan Tulungagung yang inklusif, berkeadilan dan layak anak,” jelasnya.

Selain itu dikatakan juga oleh Bambang, bahwa perempuan memiliki kedudukan penting dalam kemajuan penting dalam pembangunan wilayah.

“Selain itu perempuan memiliki potensi, jika wilayah ingin maju maka pemberdayaan perempuan dan potensinya harus dikelola dengan baik agar mampu berperan sebagai mana harapan suatu wilayah,” lanjut kepala desa.

Tak Hanya perempuan, menurutnya penyandang disabilitas juga harus dikembangkan, diberikan kesempatan agar muncul kemandirian sebagai mahkluk sosial dengan masa depan yang jelas.

“Selain keduanya, anak juga merupakan cikal bakal pembangunan nasional, oleh karena itu, anak merupakan aset yang perlu dikembangkan demi keberlangsungan pembangunan seutuhnya sesuai dengan program negara menciptakan Indonesia emas. Jika anak dalam suatu wilayah terkendala maka bisa dipastikan wilayah tersebut juga akan menjadi terbelakang dan penciptaan pembangunan manusia seutuhnya mustahil akan terwujud,” tutupnya.

Pada kesempatan itu pula narasumber dari Puskesmas Pakel dalam paparannya menjelaskan bahwa, “Dalam kegiatan tersebut, kami menyampaikan peran desa dalam meningkatkan peran serta peningkatan kapasitas perempuan, anak dan disabilitas di desa,” tuturnya.

Narasumber juga menekankan kepada pemerintah desa untuk responsif terhadap kelompok perempuan, anak dan disabilitas. Salah satu caranya adalah mengalokasikan dana desa untuk peningkatan kelompok perempuan, anak dan disabilitas.

“Desa harus responsif dalam peningkatan kelompok perempuan, anak dan disabilitas. Sehingga mereka dapat mandiri secara sosial dan ekonomi,” terangnya.

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?